Jumat, 15 Februari 2013

Galeri Foto Azka


naufal
Agustus 2010, RS. Roemani Semarang
Usia 2 Bulan

Usia 5 Bulan
Usia 5 Bulan
Usia 5 Bulan
Usia 6 Bulan
Usia 6 Bulan
Usia 8 Bulan, Bergaya di Ruang Periksa Dokter
Usia 9 Bulan, Masjid Agung Semarang
Usia 10 Bulan
Usia 11 Bulan
Usia 14 Bulan, Pemancingan Kalipancur Semarang
Usia 16 Bulan
Usia 29 Bulan

Rabu, 13 Februari 2013

Tips Agar Anak Tidak Rewel Ditinggal Bekerja

       Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, anak saya yang masih balita selalu merengek dan menangis. Seringkali saya tidak tega meninggalkannya meskipun di rumah ada neneknya. Beraneka mainan sudah saya keluarkan untuk menemaninya bermain dan mengalihkan perhatiannya, namun itu belum mampu melunakkan hatinya. Berbagai cara saya lakukan untuk mencoba mengalihkan perhatiannya, namun rasanya itu belum berhasil juga.
        
         Berbekal mencari informasi di internet, saya  mencoba beberapa hal agar anak saya tidak menangis lagi jika saya berangkat kerja. Tips yang diambil dari http://wwwsmartwoman.blogspot.com, berdasarkan  informasi dari Jo Frost, sang Nanny di acara TV "Super Nanny" adalah membuat anak sibuk atau beraktifitas dengan sesuatu yang menyenangkan. Ketika anak sedang sangat sibuk atau fokus dengan aktifitas yang menyenangkan baginya, inilah saat yang tepat untuk berpamitan dengannya. Saya sudah mencobanya dan lumayan berhasil. Hari - hari pertama anak saya masih menangis namun lebih mudah bagi saya untuk meninggalkannya kerja di kantor dibandingkan hari -  hari sebelumnya. 
        
           Mengingat lokasi pekerjaan saya terbilang cukup jauh dari rumah, saya harus bangun lebih pagi dan menyiapkan keperluan pagi untuk keluarga saya. Setelah anak saya mandi dan sarapan, saya dan suami meluangkan waktu sebentar untuk bermain - main dengannya, entah itu bermain balap mobil ataupun menonton DVD kartun favoritnya. Ditemani neneknya yang setiap hari mengasuhnya, anak saya akan melanjutkan aktivitasnya itu ketika kami berangkat bekerja. Bahkan jika mendengar ada suara temannya di luar rumah, dia akan segera minta keluar untuk bermain bersama temannya. Kamipun bisa berangkat kerja dengan tenang.

Nikmatnya Belanja Online

     Akhir - akhir ini, saya sedang keranjingan berbelanja online. Sudah beberapa kali saya mencobanya, biasanya saya hanya berbelanja pakaian saja. Kadang - kadang saya puas menemukan ukuran dan pakaian yang pas untuk saya, kadang pula saya kecewa kalo ternyata ukuran pakaiannya terlampau besar untuk saya. Maklumlah, badan saya tergolong mungil, dengan kata lain kecil dan kurus. Namun, hal itu tidak membuat saya kapok mencobanya lagi karena barang tersebut biasanya juga bisa saya jual kembali atau diberikan sebagai hadiah kepada teman atau saudara saya.

    Menurut saya, ada beberapa keuntungan yang saya dapatkan jika saya memilih berbelanja online. Selain saya bisa menjualnya kembali apabila tidak sesuai ukuran atau harapan saya, saya bisa berbelanja kapanpun  saya suka. Bahkan tengah malam pun saya bisa berbelanja tanpa harus keluar dari rumah dan dengan hanya mengenakan baju tidur, tanpa berdandan. Saya bisa menghemat tenaga dan menghemat waktu beberapa jam dibandingkan jika saya harus berbelanja di mall. Bayangkan, ini sangat menguntungkan buat seorang pekerja kantoran seperti saya yang waktunya sangat terbatas dan bahkan tidak memiliki asisten rumah tangga. Saya tinggal buka internet, masuk ke toko online yang saya inginkan, pilih barang yang saya suka, kemudian setelah mendapatkan konfirmasi mengenai pesanan tersebut, tinggal bayar ke rekening penjualnya. Biasanya saya langsung bayar menggunakan internet banking atau ATM, kemudian melakukan konfirmasi pembayaran ke toko online tersebut. Sangat mudah bukan? Dalam beberapa hari, saya sudah bisa menerima pesanan tersebut. Bahkan jika saya memilih metode pengiriman cepat, pesanan saya sudah bisa saya terima esok harinya karena kebetulan saya tinggal di salah satu kota besar di Jawa Tengah.

      Beraneka macam barang bisa saya dapatkan di toko online, tinggal saya sesuaikan dengan kebutuhan. Namun tentunya saya harus memilih toko online yang terpercaya untuk menghindari penipuan yang sedang marak terjadi. Sedikit tips, banyak sekali penjual online yang memiliki situs resmi, dan kita bisa membaca testimoni dari pembeli - pembeli sebelumnya. Namun, ada juga penjual online yang menuliskan testimoni palsu untuk menarik minat pengunjung toko onlinenya. Jadi, saya harus tetap berhati - hati.



Kamis, 07 Februari 2013

Saatnya Memilih Sekolah Untuk Anak

Usia anak saya sekarang 2 tahun 6 bulan. Tampaknya dia sudah ingin masuk sekolah. Mungkin karena teman - temannya di lingkungan rumah kami yang kebanyakan usianya terpaut beberapa bulan atau bahkan setahun diatasnya juga sudah mulai sekolah. Baiklah, saya pikir, ada bagusnya dia mulai tertarik belajar bersosialisasi . Kami sedang berpikir untuk memasukkan anak kami ke sebuah playgroup.

Saya dan suamipun berusaha mencari sekolah yang terbaik untuk anak kami, tentu saja sesuai pertimbangan kami.

Berikut ini 3 faktor utama yang menjadi pertimbangan kami :

- Lokasi & Lingkungan Sekolah
  Menurut kami, lokasi yang dekat bisa memudahkan kami. Bagi kami yang memiliki kendala dalam hal  transportasi, memilih lokasi yang dekat dengan rumah adalah hal yang utama. Selain itu, andai lokasi terlalu jauh dikhawatirkan anak akan capai sehingga tidak maksimal menyerap ilmu di sekolahnya. Jangan lupa, perhatikan lingkungan sekolahnya. Pastikan lingkungan sekolah aman untuk anak kita. 

- Kurikulum dan Basis Sekolah 
  Menurut saya, orang tua harus mencari informasi mengenai kurikulum sekolah sebelum memasukkan anaknya ke sekolah. Pilih sekolah yang memiliki kurikulum yang tepat untuk anak seusianya. Ini penting karena setiap anak memiliki kemampuan masing - masing. Kurikulum yang terlalu berat akan membuat anak stress sehingga malas berangkat ke sekolah. Jadi, pastikan anak kita mampu mengikutinya. Sedangkan untuk dasar sekolah, kita bisa memilih sekolah yang berbasis agama, nasional, maupun internasional. Tentu saja, setiap orang tua memiliki pandangan yang berbeda - beda. Dengan harapan anak kami akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlak dan perilaku yang baik serta taat kepada Allah, kami ingin memasukkan anak kami ke sekolah yang berbasis agama.

- Biaya
  Ini juga faktor yang sangat penting. Tentunya kita akan memilih sekolah yang biayanya sesuai dengan kantong kita. Sekolah yang mahal belum tentu cocok untuk anak kita. Kita tahu, belajar tidak hanya di sekolah saja,  lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat memegang peranan yang tak kalah penting dalam membentuk karakter anak.

Rencananya, dalam dalam waktu dekat, kami akan melakukan survey kecil - kecilan ke sekolah - sekolah di sekitar lokasi tempat tinggal kami sehingga memudahkan kami nantinya untuk memilih yang terbaik untuk anak kami menurut pertimbangan kami.

Sosialisasi Itu Sangat Penting


Dalam kehidupan sehari - hari, kita akan banyak menemui permasalahan - permasalahan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di lingkungan kerja. Hal ini tidak dapat kita hindari. Bahkan, banyak orang yang gagal untuk menyelesaikan masalah - masalah dalam hidupnya kemudian memilih mengakhiri hidupnya dengan cara - cara tragis. Semoga kita terhindar dari hal semacam itu.

Saya sebagai seorang yang awam, memandang sosialisasi sebagai hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Seperti kita tahu, setiap orang adalah pribadi yang unik, yang memiliki sifat, karakter, perilaku, minat, dan bakat masing - masing. Tentu saja kita harus mengenal karakter orang - orang di lingkungan pergaulan kita agar kita dapat bergaul dengan baik tanpa benturan yang berarti. Terkadang dapat terjadi benturan karena permasalahan yang sepele. Kita tidak ingin mengalami hal seperti itu bukan? 

Lingkungan pergaulan juga merupakan tempat belajar bagi kita. Disini kita belajar mengenal karakter masing - masing orang, melakukan adaptasi dengan lingkungan kita, dan belajar menerapkan norma - norma yang berlaku di masyarakat kita pada umunya. Kita bisa memperoleh banyak informasi, masukan, atau bahkan kritikan yang sebetulnya bisa memperkaya diri kita. Namun, sebagai manusia biasa kita juga pasti memiliki egosime masing - masing. Jadi, pastinya ini juga memerlukan proses. Tapi bukan berarti ini sesuatu hal yang mustahil. Menurut saya, belajar dan belajar terus di sepanjang hidup kita adalah kunci sukses sosialisasi. Semakin banyak pengalaman kita bertemu dengan orang - orang baru, akan memperkaya diri kita dan kita akan selalu belajar untuk menjadi pribadi yang positif. Selamat belajar bersosialisasi ! 

Belajar Mengoperasikan Mesin Jahit


Akhirnya terwujud juga keinginan untuk memiliki sebuah mesin jahit portable. Setelah mencari informasi di internet dan referensi dari teman - teman, dan tentunya dengan mempertimbangkan budget yang ada, saya memutuskan untuk membeli mesin jahit merk Janome 1008. Kebetulan di Semarang, di daerah Petolongan yang merupakan sentra mesin jahit, saya bisa menemukan banyak sekali toko yang menjual mesin jahit berbagai merk dengan kondisi baru maupun bekas di sepanjang jalan. Namun, karena saya sudah memutuskan jenis mesin jahit yang ingin saya beli, saya hanya mendatangi dua toko saja untuk membandingkan harganya. Tidak berapa lama, saya sudah menemukan mesin jahit yang saya inginkan setelah sempat sedikit menawarnya. Treeeeeng....mesin jahitpun sudah berhasil saya bawa pulang.

Mbak penjualnya baik banget deh, sabar menjelaskan cara mengoperasikan mesinnya. Padahal saya sama sekali belum pernah menyentuh barang yang bernama mesin jahit. Seumur hidup ya baru kali ini saya menyentuhnya. Sejak kecil, saya tidak pernah melihat ibu saya menjahit. Tentu saja karena ibu saya tidak memiliki mesin jahit dan tidak pandai menjahit pula. Sungguh, perasaan saya kali ini tidak terbayangkan, bahagia sekali. 

Sampai di rumah, sayapun langsung mencobanya setelah sebelumnya juga sudah membeli beberapa gulung kecil benang warna - warni untuk belajar menjahit. Ternyata sesampainya di rumah, saya menemukan banyak kendala. Belajar memasang benang saja saya memerlukan waktu berjam - jam. Benar - benar bukan pekerjaan yang mudah buat saya. Rasanya malu mau bertanya pada tetangga sebelah yang kebetulan bisa menjahit. Padahal saya sudah capai bolak - balik membaca buku panduannya. Buat saya yang benar - benar seorang pemula, informasi cara pengoperasian di buku panduan itu sungguh tidak jelas. Ini sebuah pengalaman luar biasa buat saya. Sampai akhirnya, berhasil juga memasang benang. Kendala lain juga harus saya hadapi, karena saya juga membutuhkan waktu untuk menggabungkan benang atas dan benang bawah. Sampai akhirnya, sayapun berhasil melaluinya. Mulailah saya mencoba mengoperasikan mesin ini. Berbekal pakaian bekas yang sudah tidak terpakai, saya hanya mencoba menjahit dengan jahitan lurus dahulu. Berulang kali. Saya pikir, menjahit membutuhkan waktu sehingga nantinya saya bisa menjahit dengan rapi, ga mencang - mencong lagi. 

Percobaan pertama saya adalah membuat penutup tempat tisu dan membuat sarung bantal, tentu saja berbekal contoh yang sudah ada di rumah. Akhirnya berhasil juga saya menyelesaikannya dengan waktu lumayan singkat, walaupun saya akui hasil jahitannya masih belum rapi betul. Lumayanlah, ini awal yang bagus untuk saya. Namun hasilnya belum sempat saya pajang disini.

Saat ini, saya masih menyimpan impian untuk bisa mengikuti kursus menjahit, namun setelah berusaha mencari informasi kesana kemari, saya memiliki kendala dengan waktu. Yah, sulit bagi saya untuk menyesuaikan jam kursusnya mengingat saya seorang pekerja kantoran yang berangkat pagi pulang petang. Selain itu, di rumah, saya juga masih disibukkan dengan urusan pekerjaan rumah tangga. Apalagi anak saya masih 2 tahun 6 bulan. Hmmm...mungkin nanti, ada saatnya. Yang penting, saya terus belajar, walaupun otodidak. Saya yakin, kalau saya mau terus belajar, pasti nanti juga bisa kok. Dan saya yakin, suatu saat, saya bisa memiliki waktu untuk mengikuti kursus impian saya itu.




Selasa, 05 Februari 2013

Contoh Susunan Acara Pertemuan Rutin PKK RT


Assalamualaikum Wr.Wb.
Salam Sejahtera.


Alhamdulillah pada sore hari ini kita dapat berkumpul kembali dalam acara pertemuan rutin PKK RT... RW...yang kebetulan bertempat di kediaman Ibu...
Terima kasih kepada Ibu - Ibu sekalian yang telah hadir dalam pertemuan rutin PKK RT... RW... Terima kasih juga kami ucapkan kepada Ibu... yang telah bersedia menerima kita semua disini dan menyiapkan segala sesuatunya.

Sebelum kami bacakan susunan acaranya, marilah kita bersama-sama menyanyikan lagu Mars PKK dan dilanjutkan dengan doa yang akan dipandu oleh Ibu...
Ibu - Ibu dimohon berdiri.
(menyanyikan Mars PKK & doa)
Terima kasih, Ibu - Ibu dimohon duduk kembali.

Untuk kelancaran acara, kami bacakan susunan acara pada pertemuan kali ini :
   - Pembukaan
   - Menyanyikan Mars PKK dan dilanjutkan dengan doa
   - Sepatah ata & kultum oleh tuan rumah
   - Laporan - laporan
   - Pengarahan dai Ibu Ketua PKK RT...RW...
   - Lain - lain
   - Penutup

Menginjak acara selanjutnya, sepatah kata dan kultum oleh tuan rumah.
Kepada Ibu...dipersilakan.
(sepatah kata & kultum)
Terima kasih.

Acara berikutnya yaitu laporan-laporan :
  - Bendahara
  - Sosial
  - Masing-masing Dawis
Terima kasih.

Selanjutnya pengarahan dari Ibu Ketua PKK RT... RW....
Kepada Ibu...dipersilakan.
(pengarahan)
Terima kasih kepada Ibu Ketua PKK atas pengarahannya.

Kemudian acara lain-lain :
  - tanya jawab
  - pengocokan arisan
  - pembacaan kesimpulan pertemuan PKK    

Demikianlah, seluruh rangkaian acara pada sore hari ini telah kita lewati bersama. Semoga membawa manfaat bagi kita semua.
Apabila ada kata - kata yang kurang berkenan di hati Ibu - Ibu sekalian, kami mohon maaf yang sebesar - besarnya.
Akhir kata, Wabillahi taufik wal hidayah. Wassalamualaikum Wr.Wb.