Jumat, 22 Februari 2013

Ternyata Masih Ada Orang Yang Jujur

Cerita bermula dari selisih hitung uang yang saya alami. Ini mata uang dolar amerika. Kejadian ini pertama kali terjadi selama saya bekerja sebagai staf keuangan di sebuah perusahaan jasa ekspor impor. Setiap hari saya menerima pembayaran dari customer - customer kami, baik dalam mata uang dolar amerika maupun mata uang rupiah, secara tunai maupun melalui bank. Setelah pukul 16.00 WIB, biasanya saya harus menutup kas saya dan membuat laporan harian mengenai arus kas dan bank ke kantor pusat. 

Hari Kamis, 21 Februari 2013, saya menerima pembayaran tunai dari beberapa customer. Ketika saya menghitung kembali uang di kas, saya menemukan selisih sebesar USD 100. Kemungkinan ini hanya berjumlah selembar saja sejumlah USD 100. Jika menggunakan kurs BCA saat ini, maka nilainya setara 985,000 rupiah. Bagi saya ini jumlah yang lumayan besar yang harus saya ganti jika ada selisih.

Saya berusaha untuk menelpon customer - customer tersebut barangkali ada diantara mereka yang menyimpan kelebihan pembayaran kepada kami. Akhirnya, ada seorang customer yang sungguh berbaik hati mengatakan kepada saya bahwa dia menyimpan kelebihan uang tersebut. Jadi setelah saya menelpon, beliau berjanji untuk mencoba mengecek kembali uang yang ada padanya mengingat saat itu beliau juga melakukan pembayaran ke tempat lain selain di tempat saya dan beliau belum menghitung kembali uang yang ada padanya. Mungkin karena terburu - buru, saat itu beliau tidak sempat menghitung kembali uang yang diberikan kepada saya. Sekitar setengah jam kemudian, beliau menelpon saya dan mengatakan bahwa beliau menyimpan kelebihan uang tersebut. Terima kasih Bu Diah, semoga Allah membalas kejujuran Ibu dan memberikan rezeki yang berlipat - lipat. Amin. Sungguh plong rasanya. Ternyata saat ini masih ada seseorang yang jujur. Hikmah yang dapat saya ambil dari peristiwa ini adalah semoga ke depannya saya bisa lebih teliti lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar